<![CDATA[kwee bie tin seks 4771 - Blog]]>Tue, 17 Nov 2015 15:45:55 -0800Weebly<![CDATA[kwee bie tin seks 4771]]>Sat, 17 Oct 2015 13:16:57 GMThttp://kweebietinseks4771.weebly.com/blog/kwee-bie-tin-seks-4771Setelah reality show TaeTiSeo dan Girls Generation, kini Taeyeon resmi memiliki reality show sendiir loh. Kehidupan sehari-hari sang leader SNSD bakal dibahas di Taeng9Cam (dibaca Taengoo Cam).
Seperti yang sudah diketahui fans, Taeyeon memang sering banget dipanggil Taengoo oleh member lainnya. Reality show OnStyle ini pun kemudian memilih nama tersebut untuk menjadi judul utama.
Dalam video yang dirilis, Taeyeon terlihat duduk di mobil dengan berbagai ekspresi, tapi sama sekali tak bicara. Berdurasi 34 detik, fans dibuat penasaran mau ngapain sang idola nanti.


(Video by: OnStyle )
"Ini adalah syuting pertamanya... Apakah dia akan melakukannya dengan baik? tulis caption dalam video seperti yang dilansir Allkpop.
Detik selanjutnya menunjukkan Taeyeon saat sedang bersenang-senang, tampil di panggung, dan tersenyum. Melihat ini, fans tentu saja semakin penasaran dengan reality show solo idola tercinta.
Taeng9Cam dijadwalkan untuk premiere pada 24 Oktober mendatang. Catat tanggalnya ya, nggak mau dong sampai ketinggalan cerita-cerita seru dari Taeyeon?
Perseteruan suporter antar The Jak Mania dengan Viking kembali memanas. Kondisi tersebut dipicu lantaran klub sepakbola Persib Bandung yang notabenenya mempunyai suporter bernama Viking akan berlaga di Final Piala Presiden yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (18/10) nanti. 

Memanasnya situasi semakin menjadi seiring beredarnya pesan berantai yang diduga dikirim oleh suporter The Jak yang berbunyi akan menghadang rombongan Bobotoh sebutan untuk Viking ketika memasuki wilayah Jakarta.

Egi, remaja berusia 20 tahun ini salah satu suporter The Jak tertangkap warga sekitar Cikoko Timur III, Jakarta Selatan yang berdekatan dengan tempat berkumpulnya para suporter klubsepakbola Persija tersebut.

Warga Otista, Jakarta Timur ini termakan provokasi dan diajak rekan sesama suporternya untuk menghadang rombongan bobotoh yang akan memasuki wilayah Cawang, Jakarta Selatan, tepatnya di dekat Menara Hijau.

"Jadi tadi saya diajak kopdar (sesama The Jak) di daerah Bonsai (otista, Jakarta Timur). Awalnya sih kopdar terus kita diajak ke daerah Cawang," ungkap Egi yang tertangkap warga sekitar, Jumat (16/10).

Diungkapkan Egy, ia beserta rekan-rekannya diminta seorang koordinator bernama Ali untuk menghadang kedatangan para Bobotoh.

"Ia katanya disuruh tunggu di sini (Cawang), nunggu mereka (Bobotoh)," ucap Egy.

Nantinya, lanjut Egy, setelah rombongan Bobotoh memasuki kawasan pintu keluar Tol Cawang, ia beserta rekan-rekannya akan menghalangi dengan cara melempari sejumlah bus yang ditumpangi para Bobotoh.

Egy pun berdalih dirinya ikut serta lantaran aksi solidaritas terhadap rekan sesama suporter. "Ya sebetulnya ikut-ikut aja, tapi ada juga solidaritasnya," akunya.

Meski demikian, Egy mengaku dirinya tidak diiming-imingi sejumlah uang untuk melakukan aksi tersebut. 

"Enggak ada dikasih duit sih," ujarnya.

Egy sendiri tertangkap warga ketika tengah berlarian tunggang langgang bersama dua rekannya.

"Tadi ada mobil patroli polisi, jadi pada lari, bubar," tandasnya.

Berikut pesan berantai yang bernada provokasi yang beredar :

Tolong sebarkan, ditol cawang sudah ada 500 viking yang hendak ke jakarta sedang dihalang oleh the jak namun persija kebobolan dan viking nekat masuk kejakarta 11 patas Rombongan viking baru saja masuk ke tol cawang, mohon untuk anak the jak datang ke tol kuningan disana sudah ada wakil ketua umum persija bersama anak the jak. Tolong sebarkan untuk jaga kota jakarta #SavePersija
Ratusan orang secara beringas menutup jalan Tol Dalam Kota dan Jalan Raya Letjen MT Haryono, Jakata, tepatnya depan Korlantas Polri. Mereka melakukan sweeping terhadap bus-bus berpelat D asal Bandung.

Mereka mencari para suporter Persib, bobotoh, yang hendak datang ke Jakarta untuk menyaksikan Final Piala Presiden.

Pantauan merdeka.com, di lokasi, Sabtu (17/10), massa juga melempari mobil patroli polisi yang hendak membubarkan mereka. Alhasil, satu unit mobil patwal itu memilih berputar balik menuju kolong Stasiun Cawang.

Tak cuma itu, seorang wartawan Net TV juga menjadi bulan-bulanan mereka. Aksi tersebut terjadi di depan Menara Hijau di Jalan MT Haryono.

Wartawan Net TV itu menjadi bulan-bulanan saat sedang mengambil gambar dengan kameranya. Saat itu massa tengah melakukan sweeping dan melempari bus.

Akibatnya, wartawan Net TV itu mengalami sejumlah luka.

"Hati-hati makanya lo ngambil gambar," kata salah seorang anggota massa.

Hingga pukul 02.12 WIB, massa masih beringas. Belum ada petugas polisi yang datang ke lokasi.
]]>